Showing posts with label sunnah. Show all posts
Showing posts with label sunnah. Show all posts

Tuesday, August 07, 2018

27 Amalan Sunnah Rasulullah yang Mudah Untuk Dikerjakan


Sebagai seorang muslim, tentu kita akan menjalankan segala kewajipan kepada Allah. Seperti misalnya sholat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji jika kita mampu melakukannya. Semua kewajiban itu harus kita laksanakan kerana merupakan perintah dari Allah S.W.T.


Selain ibadah ada perintah yang wajib dilakukan, ternyata kita juga harus menambahnya dengan amalan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam . Amalan sunnah ini nantinya akan menambah kebaikan di akhirat kelak.
Ada banyak amalan sunnah yang masih sering terlupa oleh kita . Berikut ini ada beberapa amalan yang boleh kita lakukan sedikit demi sedikit, agar nantinya menjadi kebiasaan dan kita menjadi ringan mengerjakannya.

1. Memelihara Wudhu


chanelmuslim.com

Menjaga wudhu merupakan sunnah yang terlihat mudah tapi sukar untuk dipraktikkan . Kadang ada rasa malas ketika wudhu sudah batal dan harus pergi untuk berwudhu lagi. Padahal, menjaga wudhu merupakan sunnah yang begitu baik.
Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

2. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Selipar dan Melepasnya dari Kaki Kiri

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kita kadang-2 lupa ketika sedang terburu-buru dan harus memakai atau melepas selipar. Sangat terburu-burunya, kita memakai selipar dengan mendahulukan kaki kiri dan melepasnya dari kaki kanan. Padahal kalau mengikuti apa yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, memakai seliparl itu kanan dulu, dan melepasnya didahulukan kaki kiri.

3. Sebelum Tidur Berwudhu Terlebih Dahulu dan Tidur menghadap ke Kanan


selo-aji.blogspot.co.id

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kalau kita membiasakan sunnah yang satu ini, tentu tidur akan menjadi lebih nyaman. Selain kita tidur dalam keadaan suci, semua hal yang ada sudah kita pasrahkan kepada Allah.
Waktu tidur pun kita juga bisa mempraktekkan posisi tidur dengan hadap ke kanan. Jadi kita bertumpu pada tubuh bagian kanan. Posisi ini sangat baik untuk jantung, kerana jantung tidak akan tertekan jika kita memiringkan posisi ke kanan.

4. Bersiwak


islamkingdom.com

Bersiwak itu seperti gosok gigi, bedanya kalau bersiwak itu menggunakan kayu yang disebut siwak. Ada hadits yang menyebutkan masalah bersiwak ini, seperti yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)
Selain hadits di atas, ada satu hadits lain yang juga menyebutkan tentang bersiwak.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kita disunnahkan untuk bersiwak setiap saat, terutama ketika akan berwudhu, shalat, membaca Al-Qur’an, atau saat bau mulut tidak sedap. Bersiwak ini juga dianjurkan baik saat kita puasa atau tidak, pagi maupun sore, setelah bangun tidur, dan saat hendak memasuki rumah.

5. Berkumur-Kumur dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sunnah yang satu ini dilakukan ketika kita sedang berwudhu saat berkumur. Kalau biasanya kita memisahkan antara berkumur dan menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya kembali, ternyata ada sunnah untuk melakukan dua hal itu secara bersamaan.
Kamu cukup mengambil air menggunakan dua telapak tangan yang disatukan, kemudian lakukan bersama antara berkumur dan menghirup air ke dalam hidung. Pertama memang sulit dilakukan, tapi jika sudah biasa maka akan menjadi mudah.

6. Berlumba-Lumba Untuk Mengumandangkan Adzan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Seperti yang disebutkan dalam hadits di atas, jika kita berlomba untuk mengumandangkan adzan, maka sungguh pahala yang akan didapatkan sangatlah besar. Selain itu, adzan kan juga mengajak orang untuk segera bergegas ke masjid, pastilah kita juga mengajak orang untuk melakukan kebaikan.

7. Bersegera Menuju Shalat


penerbitlayar.com

Seperti yang disebutkan dalam hadits di poin nomor 6, bersegera ke masjid juga merupakan sunnah yang sangat baik kita kerjakan. Jika ternyata kita nggak kebagian buat mengumandangkan adzannya, minimal kita tidak terlambat shalat dan ketingalan takbiratul ihram.

8. Berdiri di Shaf Pertama

Dalam hadits pada poin nomor 6 juga disebutkan tentang sholat di shaf pertama. Jika kita tahu seberapa besar pahala yang akan kita dapatkan, tentu tak akan menyia-nyiakan waktu untuk bersegera menempati shaf pertama dalam shalat berjamaah di masjid.

9. Mengikuti Bacaan Muadzin

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)
Sunnah yang satu ini mungkin tidak pernah atau jarang sekali kita lakukan. Apalagi ketika adzan berkumandang, kita sedang sibuk melakukan aktifitas sehingga tidak menghiraukan panggilan untuk sholat itu.

10. Shalat Istikharah

Jika kamu bingung dalam menentukan pilihan, ada satu sunnah yang bisa dilakukan lho, shalat istikharah. Kita memohon kepada Allah untuk ditunjukkan mana pilihan yang terbaik menurut Allah, bukan menurut kita. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits di bawah ini.
Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)

11. Berbuka Puasa dengan Makanan Ringan


khasiat.co.id

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa kita diperintahkan untuk berbuka dengan beberapa kurma basah saja. Kalaupun tidak ada kurma basah, cukup dengan beberapa kurma kering. Jika kurma kering juga tidak ada, cukuplah beberapa teguk air.
Tentu kita bisa memetik pelajaran dari hadits tersebut, bahwa sesungguhnya berbuka puasa itu tidak perlu dengan makanan super mewah dan banyak. Kita tidak membutuhkan makanan yang banyak saat berbuka, kurma beberapa butir saja cukup untuk sekedar mengisi kembali energi yang hilang selama berpuasa.

12. Meruqyah Diri Sendiri dan Keluarga

Ruqyah merupakan salah satu sunnah yang sebaiknya kita lakukan, selain untuk meminta perlindungan kepada Allah, juga untuk meminta kesembuhan. Seperti sebuah hadits yang menceritakan ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sakit.
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)

13. Mengibaskan Tilam Sebelum Tidur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)
Mengibaskan tilam saat mau tidur merupakan hal yang sangat jarang kita lakukan. Kalau sudah terasa ngantuk, paling kita langsung merebahkan diri dan tertidur lelap. Padahal dalam hadits di atas, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di atas kasur kita.

14. Sujud Syukur Ketika Mendapatkan Nikmat atau Terhindar dari Bencana


fimadani.com

Sujud syukur biasanya akan dilakukan seseorang ketika dia mendapat nikmat dari Allah.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

15. Berdoa Ketika Memakai Pakaian Baru

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Hal lain yang kadang kita lupa untuk melakukannya adalah berdia ketika memakai pakaian yang baru. Mungkin karena hal ini jarang kita lakukan dan doa-nya pun belum hafal.

16. Tidak terburu-buru dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya`

Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka terburu-buru setelah shalat isya`.
Tapi, ketika kita ada keperluan setelah isya’, maka begadang itu boleh dilakukan. Seperti kata Bang Roma, “begadang boleh saja, kalau ada perlunya”. Biar nanti ketika bangun, kita tidak kesiangan sehingga shalat subuhnya pun terlambat.

17. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu

Bertamu itu juga ada adab-nya, tidak boleh kita sembarangan bertamu dan masuk rumah tanpa izin dari pemilik rumah. Ketika bertamu, kita hanya dibolehkan sebanyak tiga kali untuk meminta izin, atau mengetuk pintu. Jika lebih dari itu, maka lebih baik kita pulang, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bahkan, ada juga lho ayat Al-Qur’an yang mengatur perihal bertamu ini. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)

18. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)

Sebelum mandi besar, kita juga disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke airdan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

19. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil

Mengucapkan salam merupakan satu sunnah yang sebenarnya mudah dilakukan, tapi sulit dipraktekkan. Kita sering melewati seseorang dan biasanya enggan untuk mengucap salam. Entah karena sedang terburu-buru ataupun karena malu.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Selain itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga mencontohkan untuk memberikan salam sekalipun kepada anak kecil.
Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR. Muslim)

20. Membuat Pembatas Ketika Sedang Shalat


youtube.com

Ketika kita sedang melaksanakan ibadah sholat, baik itu fardu maupun sunnah, hendaklah membuat pembatas di depan kita. Bisa menggunakan tas, jaket, atau mungkin mendekat ke tiang ataupun tembok. Seperti sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah.
Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)

21. Membaca Amin dengan Suara Keras Ketika Menjadi Makmum

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Setelah imam selesai membaca surah Al-Fatikah dan membaca amin, kita sebagai makmum juga disunnahkan membaca amin dengan suara yang keras. Bukan cuma menggerakkan bibir untuk formalitas saja, atau bahkan di dalam hati.

22. Mengeraskan Suara Ketika Membaca Zikir Setelah Shalat


wikimedia.org

Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”
Dari kedua hadits di atas, kita jadi tahu bahwa mengeraskan bacaan dzikir setelah shalat itu sunnah. Tapi membacanya sendiri-sendiri, bukan satu komando. Adapun jika kita membaca tasbih, tahmid, dan takbir dipimpin oleh imam, hal ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Ada ulama yang menghukuminya sebagai sunnah secara mutlak, tapi aa juga yang memandang hal tersebut sebagai sunnah dengan syarat tertentu. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa dzikir berjamaan sebagai perbuatan bid’ah.

23. Shalat Dhuha

Selain shalat fardu, masih ada shalat lain yang bisa kita kerjakan, salah satunya adalah shalat dhuha. Shalat ini bisa dikerjakan minimal dua rakaat. Tapi kalau ternyata kamu mampu lebih, maka diperbolehkan sapai 12 rakaat.
Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Shalat dhuha itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan, dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali orang-orang bertobat.” (HR. Tirmidzi).

24. Shalat Tahajjud

Jika shalat dhuha merupakan shalat sunnah saat pagi hari, maka pada malam harinya kamu bisa mengerjakan shalat tahajjud.
Seperti sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Sedekat-dekat hamba kepada Allah adalah pada tengah malam terakhir. Apabila engkau bisa termasuk golongan orang berdzikir mengingat Allah ada saat itu, maka lakukanlah.” (HR. Al-Hakim).

25. Shalat Subuh Berjamaah di Masjid


rezekipengusaha.blogspot.co.id

Ada shalat fardu yang berat untuk dilakukan, shalat ini dikerjakan pagi hari ketika kita sedang nyenyak-nyenyaknya tidur. Mau bangun aja kadang berat, apalagi harus berjamaah di masjid. Tapi kalau kamu mengerjakan sunnah ini, akan banyak kebaikan yang terkandung di dalamnya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sungguh, shalat yang paling berat bagi orang munafik, adalah shalat isya dan shalat shubuh. sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangani keduanya, sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari-Muslim).

26. Membaca dan Mempelajari Al-Qur’an

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam besabda, “Allah berfirman: Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (Riwayat Tirmidzi).
Amalan sunnah ini cukup mudah untuk dilakukan, kamu bisa merutinkan membaca dan mempelajari Al-Qur’an sehabis shalat maghrib. Atau ketika kamu sedang terjebak macet di jalan, nggak ada salahnya untuk membaca kitab suci umat Islam ini.

27. Berdzikir Kepada Allah


menatahidup.com

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir, seperti orang yg hidup dan orang yg mati.” (HR. Bukhari).
Kita sebagai hamba-Nya sebisa mungkin untuk mengingatnya dimanapun berada. Salah satu cara kita untuk mengingat Allah adalah dengan berdzikir kepada-Nya. Mininimal kita berdzikir setelah selesai melaksanakan shalat fardu. Tapi kalau bisa kita berdzikir dimanapun dan kapanpun kita berada.

Tuesday, September 18, 2012

AMALAN PEMAKANAN IKUT SUNNAH NABI MUHAMMAD S.A.W | AMALAN PEMAKANAN IKUT SUNNAH RASULULLAH S.A.W

AMALAN PEMAKANAN IKUT SUNNAH NABI MUHAMMAD S.A.W
AMALAN PEMAKANAN IKUT SUNNAH RASULULLAH S.A.W


Nuffnang Ads

1. JENIS MAKANAN
Rupanya tanpa kita sedari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal
inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain2 penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yg
lainnya.
Ini pun adalah diet Rasullulah SAW kita juga. Ustaz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah ini, anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

Jangan makan SUSU bersama DAGING
Jangan makan DAGING bersama IKAN
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU CTH: KOKTEL



2. CARA MAKAN
A. JANGAN MAKAN BUAH SETELAH MAKAN NASI, SEBALIKNYA
MAKANLAH BUAH TERLEBIH DAHULU, BARU MAKAN NASI.

B. TIDUR 1 JAM SETELAH MAKAN TENGAH HARI.
C. JANGAN SESEKALI TINGGAL MAKAN MALAM. BARANG SIAPA
YG TINGGAL MAKAN MALAM DIA AKAN DIMAKAN USIA DAN
KOLESTEROL DALAM BADAN AKAN BERGANDA.

D. Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat
bercampur dengan makanan laut.

Nampak memang sulit.. tapi, kalau tak percaya…
cobalah… Pengaruhnya tidak dalam jangka pendek…..
Akan berpengaruh bila kita sudah tua nanti.
Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu.
karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh
ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam
mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-,
jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan
maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat
merusak usus kita.
Al-Quran Juga mengajarkan kita menjaga kesehatan spt
membuat amalan antara lain:
1. Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam
sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap
kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita
boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan
tak gemuk.
2. Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk
(bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah
jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).
3. Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur
(yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah
membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala
atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang
membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud.
Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang
udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi
darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir
keruang tersebut.
4. Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan
bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli
saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung
di celah jari jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam
air liur. (enzyme sejenis alat percerna makanan)
Wassalam…

Friday, September 07, 2012

Tip Amalan Harian : 15 Sunnah Rasulullah SAW dan Kelebihan Mengamalkan Sunnah Rasulullah SAW

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
 .
Berikut merupakan antara amalan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam dan ia menjadi sunnah  buat umatnya yang dikasihi. Amalan ini mampu menjadikan seseorang itu mencintai baginda dan boleh membawa seseorang itu cenderung ke arah  ‘soleh wa musleh’.
.

1.     Senyuman

Abdullah bin Al-Harist Radliyallahu’anhu menuturkan, yang artinya, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam.” (Riwayat At-Tirmidzi)
.

2.     Dahulukan Kanan

Daripada Aisyah, katanya: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam lebih suka mendahulukan yang kanan dalam segala hal (perbuatan) seperti memakai terompah, bersikat, berwuduk dan mandi.“ (Hadis riwayat Muslim)
.

3.     Berpakaian

Ummu Salamah meriwayatkan: “Pakaian yang paling disukai oleh Baginda Shalallahu ‘alaihi wasalam ialah pakaian Qamis).” (Riwayat Tarmizi dan Abu Daud)
.

4.     Bercelak

Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Hendaklah kamu bercelak dengan menggunakan batu celak (Al-Itsmid) kerana celak dapat memperjelaskan penglihatan dan menumbuhkan bulu (mata).” (Riwayat Tarmizi dan Abu Daud)
.

5.     Memakai Cincin

Ali bin Abi Talib meriwayatkan: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam memakai cincin di jari tangan kanan Baginda.” (Riwayat Tarmizi, Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Hibban.)
.

6.     Makan

Ka’ab bin Malik r.a. meriwayatkan: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam makan menggunakan ketiga jari Baginda. Selepas makan  Baginda menjilati ketiga-tiganya.” (Riwayat Tarmizi, Muslim, Abu Daud dan Ahmad)
.

7.     Minum

Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan: “Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam minum, Baginda menarik nafas (menghela) dua kali.” (Riwayat Tarmizi dan Abu Syaikh)
.

8.     Bersilaturrahim

Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kamu tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan, adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan persaudaraan.”   (Riwayat Ibnu Majah).
.

9.     Berjalan

Ali bin Abi Talib meriwayatkan: “Apabila Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam berjalan, tubuh Baginda tegak seperti sedang menuruni tanah yang landai.” (Riwayat Tarmizi dan Hakim)
.

10.  Berkata

Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam mengulangi  perkataan Baginda tiga kali supaya lebih difahami (oleh pendengarnya).” (Riwayat Tarmizi dan Hakim)
.

11.  Tertawa

Abdullah bin Harith r.a. meriwayatkan: “Tawa Nabi Muhammad  Shalallahu ‘alaihi wasalam hanyalah senyuman.” (Riwayat Tarmizi )
.

12.  Bergurau

Anas bin Malik r.a. meriwayatkan: “Betapa baiknya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam menggauli kami. Baginda berkata kepada saudaraku yang masih kecil, ‘Wahai Abu Umair, apa yang sedang dilakukan oleh burung nughair?’” (Riwayat Tarmizi, Bukhari, Abu Daud, Nasa’i dan Ahmad)
.
13.  Tidur
Aisyah r.ha. meriwayatkan: “Setiap kali hendak tidur pada malam hari, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam selalu menadahkan  kedua tapak tangan sambil membaca Surah al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas kemudian Baginda meniup kedua-dua tapak tangan tersebut. Setelah itu, Baginda menyapu bahagian tubuh yang terjangkau, dimulai dari kepala, wajah lalu bahagian depan tubuh Baginda. Hal itu Baginda lakukan sebanyak tiga kali.” (Riwayat Tarmizi, Abu Daud, Ibnu Majah, Nasa’i dan Ahmad)
.
14.  Membaca al-Quran
Ya’la bin Mamlak bertanya kepada Ummu Salamah tentang cara Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam membaca al-Quran. Menurut Ummu Salamah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam membaca al-Quran dengan sangat jelas kalimah demi kalimah. (Riwayat Tarmizi, Bukhari, Abu Daud dan Nasa’i)
.
15.  Ibadah
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam melaksanakan solat hingga kedua-dua kaki Baginda bengkak. Beliau bertanya, “Mengapa engkau melakukan hal ini padahal engkau mengetahui bahawa Allah SWT telah mengampuni dosamu yang telah berlalu dan akan datang?” Baginda Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, ‘Tidakkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?’.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Khuzaimah)
.
.

والله أعلم بالصواب

 (Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)
.
.

والسلام علبكم و رحمة الله و بركاته

Kelebihan Mengamalkan Sunnah Nabi Muhammad saw



Ketahuilah! Siapa saja dari umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berupaya untuk senantiasa mengikuti dan menaati beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dengan ikhlas serta menjadikannya sebagai suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari, maka sungguh ia akan mendapatkan sekian banyak keutamaan yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam di antaranya adalah sebagaimana keterangan berikut ini:

1. Mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Merupakan Sebab Diterimanya Suatu Amalan
Telah kita ketahui bersama bahwa dua prinsip dasar yang harus selalu beriringan dalam melandasi suatu amal agar diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala adalah keikhlasan dan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebaliknya, apabila hilang salah satu dari keduanya, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan hendaknya kita khawatir suatu amal shalih yang kita kerjakan akan ditolak atau tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak pernah kami tuntunkan, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim)
Dari hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu keutamaan terbesar dalam Ittiba’us Sunnah (mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) adalah diterimanya suatu amalan.

Al Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata: “Dalam mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terdapat keberkahan dalam mengikuti syari’at, meraih keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala, meninggikan derajat, menentramkan hati, menenangkan badan, membuat marah syaithan, dan berjalan di atas jalan yang lurus.” (Dharuratul Ihtimam, hal. 43)

2. Mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Membuahkan Persatuan Kaum Muslimin
Para pembaca yang mulia, setiap muslim tentu sangat merindukan terwujudnya persatuan kaum muslimin. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa persatuan merupakan perkara yang diridhoi dan diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sedangkan perpecahan merupakan perkara yang dibenci dan dilarang oleh-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Dan berpegang-teguhlah kalian semua dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai.” (Ali Imran: 103)

Al Imam Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Allah telah memerintahkan kepada mereka (umat Islam, red) untuk bersatu dan melarang mereka dari perpecahan. Di dalam banyak hadits juga terdapat larangan dari perpecahan dan perintah untuk bersatu dan berkumpul.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/367)
Adapun asas bagi persatuan yang diridhoi dan diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bukan berasaskan kesukuan, organisasi, kelompok, daerah, partai, dan sebagainya. Akan tetapi asasnya adalah: Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan pemahaman As-Salafush Shalih (para shahabat Rasulullah, para tabi’in, dan tabi’ut tabi’in).

Al Imam Al Qurthubi rahimahullah ketika menjelaskan ayat 103 surat Ali Imran di atas menyatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan kepada kita agar berpegang teguh dengan kitab-Nya (Al Qur’an) dan sunnah nabi-Nya, serta merujuk kepada keduanya di saat terjadi perselisihan. Allah subhanahu wa ta’ala juga memerintahkan kepada kita agar bersatu di atas Al Qur’an dan As Sunnah dalam hal keyakinan dan amalan. Hal ini agar kaum muslimin bersatu dan tidak tercerai-berai, sehingga akan meraih kemaslahatan dunia dan agama, serta selamat dari perselisihan. (Lihat Tafsir Al Qurthubi, 4/105)
Mengapa harus dengan pemahaman As Salafus Shalih (para shahabat Rasulullah, para tabi’in, dan tabi’ut tabi’in)?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Sebagaimana tidak ada generasi yang lebih sempurna dari generasi para shahabat, maka tidak ada pula kelompok setelah mereka yang lebih sempurna dari para pengikut mereka. Maka dari itu, siapa saja yang lebih kuat dalam mengikuti hadits Rasulullah dan sunnahnya, serta jejak para shahabat, maka ia lebih sempurna. Kelompok yang seperti ini keadaannya, akan lebih utama dalam hal persatuan, petunjuk, berpegang teguh dengan tali (agama) Allah, dan lebih terjauhkan dari perpecahan, perselisihan, dan fitnah. Dan barangsiapa yang menyimpang jauh dari itu (Sunnah Rasulullah dan jejak para sahabat), maka ia akan semakin jauh dari rahmat Allah dan semakin terjerumus ke dalam fitnah.” (Minhajus Sunnah, 6/368)

3. Pahala Besar Bagi Orang Yang Berpegang Teguh Dengan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Dari shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari kesabaran, kesabaran di hari itu seperti menggenggam bara api, bagi yang beramal (dengan Sunnah Nabi) pada saat itu akan mendapatkan pahala lima puluh.” Ada seseorang yang bertanya: “Lima puluh dari mereka, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Pahala lima puluh dari kalian.” (Shahih, HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi, lihat Silsilah Ash Shahihah, no. 494)

4. Jaminan Istiqomah dan Hidayah Bagi Orang Yang Berpegang Teguh dengan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Selama seseorang berada di atas Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia akan tetap berada di atas jalan istiqomah. Sebaliknya, jika tidak demikian, berarti ia telah menyimpang dari jalan yang lurus. Sebagaimana yang dikatakan oleh shahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu:
“Manusia akan senantiasa berada di atas jalan yang lurus selama mereka mengikuti jejak Nabi.” (HR. Al Baihaqi, Miftahul Jannah, no. 197).

Shahabat ‘Urwah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Mengikuti sunnah-sunnah Nabi adalah tonggak penegak agama.” (HR. Al Baihaqi, Miftahul Jannah, no. 198).
Salah seorang tabi’in bernama Ibnu Sirin mengatakan: “Dahulu mereka mengatakan: selama seseorang berada di atas jejak Nabi, maka ia berada di atas jalan yang lurus.” (HR. Al Baihaqi, Miftahul Jannah, no. 200)

Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Dan jika kalian menaatinya niscaya kalian akan mendapatkan hidayah.” (An Nur: 54)
Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah berkata: “Jika kalian menaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam niscaya kalian akan mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus, baik ucapan maupun perbuatan. Dan tidak ada jalan untuk mendapatkan hidayah melainkan dengan menaatinya, dan tanpa (menaatinya) tidak mungkin (akan mendapatkan hidayah) bahkan mustahil.” (Tafsir As Sa’di, hal. 521)

5. Mendapatkan Cinta dari Allah subhanahu wa ta’ala dan akan masuk Al Jannah (surga)
Para pembaca yang mulia, bukankah kita semua ingin mendapatkan cinta dari Allah? Ketahuilah! Bahwa cinta dari Allah subhanahu wa ta’ala hanya akan diperoleh dengan mengikuti dan mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala (artinya):

“Katakanlah (wahai Muhammad!): “Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku! Niscaya Allah pasti akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (Ali Imran: 31)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Setiap umatku akan masuk Al Jannah (surga) kecuali orang yang enggan.” Para shahabat bertanya: “Siapakah orang yang enggan itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang menaatiku, ia akan masuk Al Jannah dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka sungguh ia telah enggan.” (HR. Al Bukhari)


Sumber :shafiqolbu.wordpress/Pembaca AnakkuSoleh.com